Baca Juga

Rabu, 30 November 2016

Hijab Indonesia: Sejarah yang Terlupakan


Oleh: Sarah Mantovani
Disalin dari http://thisisgender.com/hijab-indonesia-sejarah-yang-terlupakan/
Jika kita diminta menyebutkan siapa saja pejuang Muslimah Indonesia, dengan mudahnya kita sebutkan nama-nama seperti Raden Ajeng Dewi Sartika, Rohana Kudus, Cut Mutia atau Raden Ajeng Kartini, tapi ketika kita diminta menyebutkan siapa pejuang Muslimah Indonesia yang berjilbab? Mungkin jawaban kita hanyalah Hajjah Rangkayo Rasuna Said, pejuang Muslimah asal Minang yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Jakarta.
Padahal, kalau kita mau mengkaji sejarah lebih dalam lagi kita akan menemukan nama-nama selain H.R Rasuna Said seperti Teungku Fakinah, Cut Nyak Dhien, Sri Sultanah Ratu Nihrasyiah
Rahmah El Yunusiyyah


 
Rawangsa Khadiyu, Sri Sultanah Ratu Safiatuddin Ta’jul Alam Shah Johan Berdaulat dan Ratu Zakiatuddin Inayat Syah dari Aceh, Nyai Achmad Dahlan pendiri Nasyiatul Aisyiah Muhammadiyah dan Rahmah El Yunusiyyah mujahidah asal Minang yang membidani lahirnya TNI. Mereka ini adalah pejuang Muslimah pada masanya dan berjuang dengan hijabnya.
Selama ini seringkali kita dengar pula, hijab dan jilbab hanya dianggap sebagai budaya Arab dan bukan identitas Muslimah Indonesia ataupun warisan asli Nusantara yang diturunkan dari generasi satu ke generasi selanjutnya. Ternyata fakta sejarah tidak menunjukkan demikian, hijab merupakan identitas asli Muslimah Indonesia sejak berabad-abad yang lalu, meski pada awalnya hanya berupa kerudung yang ditaruh di atas kepala.
Lalu sejak kapan Muslimah Indonesia memakai hijab? Siapa yang pertama kali mempelopori pemakaian hijab di Nusantara? Kenapa masih ada pejuang Muslimah kita yang masih tidak berjilbab? Bagaimana jilbab pada saat itu?.

Identitas Mujahidah
Sejarah mengenai lahirnya jilbab dan siapa Muslimah yang pertama kali memakai jilbab di Indonesia belum diketahui secara pasti, ranah mengenai sejarah pasti lahirnya dan perkembangan hijab di Indonesia juga belum banyak tersentuh dan tidak banyak menjadi perhatian para sejarawan, peneliti sejarah ataupun mereka yang mengaku sebagai hijabers dan desainer dari hijab itu sendiri.
Diperkirakan sekitar tahun 1400 M atau 6 abad yang lalu, Sulthanah Sri Ratu Nihrasyiah Rawangsa Khadiyu yang memerintah kerajaan Samudra Pasai hingga tahun 1427 M, Sulthanah Sri Ratu Safiatuddin Tajul Alam Shah Johan Berdaulat yang memerintah Kerajaan Aceh Darussalam pada tahun 1641-1675 M dan Sulthanah Sri Ratu Zakiatuddin Inayat Syah (1678-1688 M) sudah berjilbab, meski jilbab mereka terlihat masih belum sempurna dan masih berupa selendang atau kain yang dijadikan sebagai kerudung.
Hal ini terlihat pada lukisan yang dibuat oleh pemerhati Sejarah Aceh sekaligus pelukis kelahiran Aceh Utara, Sayeed Dahlan Al Habsyi. Dalam lukisannya, ia menggambarkan kedua Ratu tersebut (Ratu Nihrasyiah dan Ratu Safiatuddin) memakai baju lengan panjang dengan kerudung.
Buku yang ditulis oleh Sejarawan, Muhammad Ali Hasjmi (A. Hasjmi) berjudul “59 Tahun Aceh Merdeka Dibawah Pemerintahan Ratu” halaman 206, memperkuat lukisan Sayeed Dahlan.
Hasjmi menerangkan, dalam tahun 1092 H atau 1681 M (menurut catatan Muham­mad Said tahun 1683 M), rombongan Syarif Mekkah ketika mendapat kesempatan menghadap Sulthanah Sri Ratu Zakiatuddin Inayat Syah, keheranan mereka jadi bertambah setelah sebelumnya terkagum-kagum melihat Banda Aceh yang cantik dan permai, dimana mereka dapati tentara pengawal istana terdiri dari prajurit-prajurit wanita yang semuanya mengendarai kuda. Pakaian dan hiasan kuda-kuda itu dari emas, suasa dan perak. Tingkah laku pasukan kehormatan dan pakaian mereka cukup sopan, tidak ada yang menyalahi peraturan Agama Islam.
Peneliti Sejarah Islam dari International Islamic University Malaysia (IIUM), Alwi Alatas juga menerangkan hal yang sama, ia menemukan ilustrasi pakaian wanita Aceh yang tertutup rapat.
“Buku Denys Lombard, ‘Kerajaan Aceh Jaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636)‘, pada halaman 365 ada ilustrasi ‘an Achein woman‘ yang jilbabnya cukup rapat. Lombard menyebutkan bahwa gambar itu diambil dari naskah Peter Mundy, tahun 1637”, terang Alwi, Jum’at 19/04/2013.
 Sulthanah Nihrasyiah Rawangsa
Sulthanah Nihrasyiah Rawangsa
Pada masa perkembangannya, sekitar tahun 1800-1900 an, kita sudah banyak mendapati Muslimah yang sudah memakai jilbab secara tertutup, seperti Nyai Achmad Dahlan beserta pengurus Nasyiatul Aisiyah Muhammadiyah yang dikuatkan dengan foto-foto mereka dalam buku Api Sejarahnya Ahmad Mansur Suryanegara halaman 422 dan 424.
Sama halnya Cut Nyak Dhien dengan kerudungnya, meski dalam lukisan dan fotonya, ia tidak digambarkan sebagai wanita yang berjilbab, namun dalam foto saat ia ditangkap oleh pihak Belanda menunjukkan Cut Nyak Dhien mengalungkan sebuah selendang di lehernya yang diperkirakan selendang itu berfungsi sebagai kerudung.
Rahmah El Yunusiyyah, yang di dalam foto terlihat sangat menutup auratnya dengan jilbab panjang dan baju yang tidak ketat, bukan hanya sekedar memakai kerudung tetapi benar-benar memakai hijab yang sempurna seperti yang disyariatkan. Begitu pula, Teungku Fakinah seorang mujahidah asal Aceh yang pada tahun 1873 turun dalam peperangan melawan agresi Belanda juga digambarkan sebagai wanita yang berjilbab.
Ada juga orang-orang Sunda yang biasa memakai kerudung putih yang dilipat di atas kepala. Mereka menyebutnya dengan mihramah atau mihram yang awalnya berasal dari bahasa Arab mahramah. (G.F Pijper, Fragmenta Islamica : Beberapa Studi Mengenai Sejarah Islam di Indonesia Awal Abad XX, 1987, hlm. 18).
Kemudian kenapa masih ada Muslimah dan pejuang Muslimah yang tidak berjilbab? Apakah karena memang belum ada kesadaran dari mereka untuk menutupi seluruh auratnya?. Menurut peneliti sejarah Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI) Solo, Muhammad Isa Anshory, M.PI., hal ini dikarenakan masih sangat sulitnya pejuang Muslimah untuk mengakses banyak kitab sedangkan kitab Fikih yang dipakai stagnan (itu-itu saja, red).
“Karena pejuang Muslimah dulu sangat sulit mengakses kitab-kitab, kitab Fikih yang dipakai stagnan, hanya berupa kitab shalat, puasa dan lainnya, tidak seperti sekarang. Dulu Muslimah yg memakai penutup kepala dan kelihatan sedikit rambutnya bahkan sudah dianggap sebagai wanita terbaik pada jaman itu”, terangnya saat mengisi kajian tentang Sejarah Islam Indonesia, Surakarta, Kamis 18/04/2013.
Sehingga, jika menarik dari sejarah dan melihat penggambaran mengenai pakaian muslimah Indonesia pada saat itu, sudah dipastikan hijab merupakan identitas para mujahidah Nusantara.
Revolusi Jilbab
komite kongres perempuan indonesia
Sejarah mengenai jilbab di Indonesia juga tidak terlepas dari sejarah perjuangan untuk menerapkan dan memakainya. Seperti yang pernah dilakukan oleh Rahmah El Yunusiyyah yang pada tahun 1935 mewakili kaum ibu Sumatera Tengah untuk mengikuti Kongres kaum Perempuan di Batavia.
Dalam kongres tersebut, ia memperjuangkan pemakaian busana perempuan Indonesia yang hendaknya memakai kerudung. Selain itu, masih dalam kongres yang sama, ia juga berusaha memberikan ciri khas budaya Islam ke dalam kebudayaan Indonesia. (Rahmah El Yunusiyyah Mujahidah Tanpa Emansipasihttp://thisisgender.com).
Namun kita juga tidak boleh lupa bahwa hak kita sebagai Muslimah untuk berhijab pernah dicabut oleh pemerintah pusat. Peristiwa ini berawal dari para siswi berjilbab di SPG Negeri Bandung yang hendak dipisahkan pada lokal khusus, mereka langsung memberontak atas perlakukan diskriminatif terhadap jilbab mereka. Melihat hal ini, ketua MUI Jawa Barat segera turun tangan hingga pemisahan itu berhasil digagalkan. Peristiwa ini pernah terjadi pada tahun 1979.
Kemudian pada tanggal 17 Maret 1982, Dirjen Pendidikan dan Menengah, Prof. Darji Darmodiharjo, SH., mengeluarkan SK 052/C/Kep/D.82 tentang Seragam Sekolah Nasional yang implementasinya berujung pada pelarangan jilbab di sekolah.
Saat itu memang tengah gencar-gencarnya penggusuran para pemakai jilbab dari sekolah. Para Muslimah banyak yang hengkang dari studi demi konsisten untuk jalankan syariat. Mereka yang diusir dari sekolah karena jilbabnya, sampai membawa perkara ini ke pengadilan, bahkan, mungkin untuk yang pertama kalinya, keputusan tersebut berujung pada revolusi jilbab dan mengundang protes dari ribuan mahasiswa dan pelajar berjilbab di berbagai kota besar yang turun ke jalan. (Hemdi, Yoli, Ukhti… Hatimu di Jendela Dunia (Sebuah Torehan Wajah Perempuan dan Peristiwa) 2005).
Sejak terjadinya gelombang revolusi tersebut, keluarlah SK Dirjen Dikdarmen No. 100/C/Kep/D/1991 untuk mencabut larangan tentang pemakaian jilbab sebelumnya oleh pemerintah pusat.
Meski sejarah Hijab Indonesia, terutama pra Indonesia merdeka, belum banyak tersentuh tapi sebagai Muslimah Indonesia kita tetap harus mempertahankan syari’at yang sudah diturunkan oleh Allah SWT., terlebih setelah kita kaji lebih dalam, ternyata hijab merupakan identitas asli Muslimah Indonesia.

Senin, 21 November 2016

S I M B O K


"Mbok, kita kan sekarang cuma tinggal berdua,
kenapa simbok tetap masak segitu banyak?

Dulu waktu kita masih komplet berenam aja simbok masaknya selalu lebih.
Mbok yao dikurangi, mbook...ben ngiriit.."
kataku dg mulut penuh makanan masakan simbokku siang ini:
nasi liwet anget, sambel trasi beraroma jeruk purut,
tempe garit bumbu bawang uyah, sepotong ikan asin bakar, dan
jangan asem jowo. Menu surga bagiku.
Sambil membenahi letak kayu2 bakar di tungku, simbok menjawab,
 "Hambok yo ben toooo..."
"Mubazir, mbok. Kayak kita ini orang kaya aja.." sahutku.
"Opo iyo mubazir? Mana buktinya? Ndi jal?"
tanya simbok kalem. Kadang aku benci melihat gaya kalem simbok itu.
 Kalo sudah begitu, ujung2nya pasti aku bakal kalah argumen.
"Lhaa itu?, tiap hari kan yo cuma simbok bagi2in ke tetangga2 to?
Orang2 yg liwat2 mau ke pasar itu barang??" aku ngeyel.
"Itu namanya sedekah, bukan mubazir..

Cah sekolah kok ra ngerti mbedakke sodakoh ro barang kebuang.."
"Sodakoh kok mban dino?!
Koyo sing wes sugih2o wae, mbooook mbok!" nadaku mulai tinggi.
"Ukuran sugih ki opo to, Kir?"
Ah, gemes lihat ekspresi kalem simbok itu!
"Hayo turah2 leh duwe opo2..Ngono we ndadak tekon!"
"Lha aku lak yo duwe panganan turah2 to?
Pancen aku sugih, mulo aku iso aweh...".

Tangannya yg legam dg kulit yg makin keriput menyeka peluh di pelipisnya.
 Lalu simbok menggeser dingkliknya, menghadap persis di depanku.
Aku terdiam sambil meneruskan makanku, kehilangan selera utk berdebat.
"Le, kita ini sudah dapat jatah rejeki masing2,
tapi kewajiban kita kurang lebih sama:
sebisa mungkin memberi buat liyan.
Sugih itu keluasan atimu untuk memberi,
bukan soal kumpulan banda brana.

Nek nunggu bandamu mlumpuk lagek aweh,
ndak kowe mengko rumongso isih duwe butuh terus,
dadi ra tau iso aweh kanthi iklas.
Simbokmu iki sugih, le, mban dino duwe pangan turah2,
dadi iso aweh, tur kudu aweh.

Perkoro simbokmu iki ora duwe banda brana, iku dudu ukuran.
Sing penting awake dewe iki ora kapiran, iso mangan, iso urip,
iso ngibadah, kowe podo iso sekolah, podo dadi uwong..
opo ora hebat kuwi pinaringane Gusti Allah, i
ngatase simbokmu iki wong ora duwe tur ora sekolah?",
 simbok tersenyum adem.

"Iyo, iyoooooh.."
"Kowe arep takon ngopo kok aku masak akeh mban dino?"
"He eh."
"Ngene, Kir, mbiyen simbahmu putri yo mulang aku.
Jarene: "Mut, nek masak ki diluwihi,
ora ketang diakehi kuwahe opo segone.

E....mbok menowo ono tonggo kiwo tengen wengi2 ketamon dayoh,
kedatangan tamu jauh, atau anaknya lapar malam2,
kan paling ora ono sego karo duduh jangan..".. ngono kuwi, le.
Dadi simbok ki dadi kulino seko cilik nyediani kendi
neng paran omah kanggo wong2 sing liwat,
nek mangsak mesti akeh ndak ono tonggo teparo mbutuhke.

Pancen niate wes ngunu kuwi yo dadi ra tau
jenenge panganan kebuang2... Paham?"
Aku diam. Kucuci tanganku di air baskom bekas simbok mencuci sayuran.
Aku bangkit dari dingklikku di depan tungku,
mengecup kening keriput simbokku, trus berlalu masuk kamar.

Ah, simbok. Perempuan yg ngga pernah makan sekolahan dan
menurutku miskin itu hanya belajar dari simboknya sendiri dan
dari kehidupan, dan dia bisa begitu menghayati dan menikmati
cintanya kepada sesamanya dg caranya sendiri.
Sementara aku, manusia modern yg bangga belajar kapitalisme
dgn segala hitung-hitungan untung rugi,
selalu khawatir akan hidup kekurangan,
lupa bhw ada Tuhan yang menjamin
hidup setiap mahluk yg bernyawa.

Simbokku benar:
"sugih/kaya itu kemampuan hati utk memberi utk liyan (orang lain),
bukan soal mengumpulkan utk diri sendiri".

Jumat, 11 November 2016

Pertimbangkan Ini Sebelum Serahkan Mahar Al Quran & Seperangkat Alat Sholat untuk Mempelai Wanita

“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (QS. An-Nisa: 4)"

“Saya terima nikah dan kawinnya Nabila binti Ahmad dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an dibayar tunai!”

Kita sering mendengar kata-kata ini ketika menghadiri akad nikah sesesorang. Bagi yang beragama Islam, pasti mas kawin berupa peralatan sholat dan mushaf Al-Qur’an sudah menjadi sebuah keniscayaan. Apalagi di negara yang katanya mayoritas Islam ini, aneh rasanya apabila ada seorang Muslim yang tidak menyertakan 2 mas kawin wajib itu dalam akad nikahnya.

Tapi sangat disayangkan, setelah akad nikah selesai, perlengkapan sholat yang dijadikan sebagai mahar terbungkus rapi di dalam lemari tak pernah tersentuh.

Tak jauh beda dengan mushaf Al-Qur’an yang dijadikan mas kawin tersimpan rapi di rak buku dan hampir berdebu. Dua barang yang dijadikan sebuah keniscayaan dalam mas kawin itu hanya menjadi pajangan usai ijab kabul. Padahal ada makna spesial dibalik pemberian perlengkapan sholat dan mushaf Al-Qur’an sebagai mahar.

Ketika seorang mempelai pria mengucapkan ”Saya terima nikah dan kawinnya fulanah binti fulan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an“, ada ’beban‘ baru yang dipikulnya.

Beban itu adalah sang suami berkewajiban untuk mengajarkan sholat kepada sang istri yang disimboli dengan pemberian seperangkat alat sholat. Suami juga berkewajiban untuk menjaga sholat istrinya dengan terus mengingatkannya dan membimbingnya supaya tidak melewatkan kewajiban yang satu ini.Karena sholat adalah amalan pertama kali yang akan dihisab pada yaumul hisab kelak.

Begitu pula dengan mas kawin berupa mushaf Al-Qur’an. Mungkin bagi sebagian orang dua mahar ini dianggap sebagai mahar yang murah meriah dan mudah didapatkan di negara yang mayoritasnya muslim ini.

Tapi sebenarnya mahar mushaf Al-Qur’an adalah mahar termahal yang diberikan seorang suami kepada istrinya.Mengapa? Karena dengan memberikan mushaf Al-Qur’an, berarti suami wajib untuk mengajarkan istrinya semua isi dari Al-Qur’an yang diberikannya kepada istri dari surat Al-Fatihah hingga surat An-Naas.

Suami berkewajiban untuk mengantarkan istrinya kepada akhlaqul qur’an. Suami juga berkewajiban untuk membawa keluarganya kepada kehidupan rumah tangga berdasarkan Al-Qur’an dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan rumahtangganya. Bagaimana mahal banget kan mahar yang satu ini?!?

Sangat disayangkan ternyata realitas yang ada tidak demikian. Mushaf yang dulunya dibungkus rapi.

sebagai mahar itu tetap terbungkus rapi dalam plastik bening bergambar hati yang kini tergeletak didalam buffet. Tak jauh berbeda dengan seperangkat alat sholat yang dulunya dibungkus rapi di dalam keranjang yang dihiasi kertas berwarna-warni kemudian dibungkus dengan plastik bening yang juga bergambar hati itu tersimpan rapi disebelah mushaf Al-Qur’an. Dan dengan bangganya si empunya barang tersebut memamerkan kepada tamu yang hadir, “Ini lho mahar yang dulu diberikan suami saya!”

Subhanallah...
ga d bc aja bangga.

Padahal, menurut M Arief, petugas di Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Banjarmasin, ada tanggung jawab tidak ringan bagi pengantin pria yang memberikan mahar seperangkat alat solat ini.

“Dia harus mengajarkan dan menuntun sang istri untuk membaca Alquran dan menjalankan salat fardu yang wajib. Minimal seperti itu,” 

Lain halnya, menurut dia, sang istri memang seorang muslimah yang rajin mengaji dan taat beribadah, sehingga artinya mahar seperti ini untuk memberikan dukungan.

“Kan tidak semua mempelai perempuan itu muslimah yang taat. Kalau kondisinya demikian dan suami nantinya tidak akan mampu membimngin agar istri rajin mengaji dan taat beribadah, lebih baik mahar yang diserahkan benda lain saja,” ujarnya. 

Tak jadi masalah apabila mahar yang diberikan itu sengaja disimpan, karena memiliki mushaf dan peralatan sholat lain.

Yang jadi masalah adalah ketika, seusai ijab kabul suami masa bodoh dengan janji yang dulu diucapkannya dan tidak mengindahkan ‘beban’ baru yang harus dipikulnya.

Seorang suami memiliki kewajiban untuk menjaga istri dan anak-anaknya dari api neraka, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat At-Tahrim ayat 6 :

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻗُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ ﻧَﺎﺭًﺍ …
”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...“

Adh-Dhahak berkata adalah kewajiban bagi seorang Muslim untuk mengajarkan keluarganya, kerabatnya, serta hamba sahaya yang dimilikinya apa-apa yang diwajibkan Allah dan apa-apa yang dilarang Allah. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim,
Ibnu Katsir)

Dalam kehidupan rumah tangga tanggungjawab ini diamanahkan kepada suami sebagai imam dalam keluarga. So... buat para istri yang mendapatkan mahar seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an tapi belum diajarkan isi dari Al-Qur’an,jangan ragu untuk menagihnya kepada suami.

Sekalian mengingatkan suaminya, amanat yang mungkin terlupakan oleh suami. Dan untuk para suami yang ketika akad nikah memberikan mahar seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an, dan belum memiliki andil dalam menjaga sholat istrinya dan mengajarkan isi Al-Qur’an yang diberikan, hayuu atuh diajarkan istrinya.

Biar istrinya makin sholehah, dan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, yang diimpikan bisa tercapai.

Lalu buat para calon istri dan suami, mulailah mempersiapkan bekal untuk berlayar dalam bahtera rumah tangga kehidupan.

Wallahu a’lam bishowwab..

(sumber:cahayamuslim)

Selasa, 08 November 2016

Syekh kepala ikan

 Seorang nelayan yang Sholeh di Tunisia tinggal di sebuah gubuk yang sederhana dari tanah liat. Setiap hari ia melayarkan perahunya untuk menangkap ikan. Setiap hari, setiap hari menjala ikan sambil berdzikir kepada Tuhan-nya. ia terbiasa menyerahkan seluruh hasil tangkapannya pada orang-orang miskin dan hanya menyisakan sepotong kepala ikan untuk ia rebus sebagai makan malamnya.

Nelayan itu lalu berguru kepada syaikh besar yang Sufi , Syeikh Muhyiddin Ibnu 'Arabi RA. Seiring dengan berlalunya waktu, ia belajar dan sangat bersungguh-sungguh, ia pun dipercaya oleh Guru nya untuk menjadi seorang perwakilan Guru nya di daerahnya, dia menjadi seorang syaikh. Karena dia terkenal selalu makan hanya kepala ikan saja, maka dia pun di kenal sebagai ‘Syeikh Kepala Ikan’.

Suatu saat, salah seorang murid Syeikh kepala ikan akan mengadakan perjalanan ke Spanyol. Syeikh Kepala Ikan itu memintanya untuk mengunjungi Syaikhul Akbar Ibn Arabi. Kemudian syeikh itu berpesan agar dimintakan nasihat bagi dirinya dari Gurunya. Ia merasakan kebuntuan dalam jiwanya.

Pergilah murid itu ke kota kediaman Ibn Arabi. Kepada penduduk setempat, ia menanyakan tempat tinggal sang syaikh. Orang-orang menunjukkan kepadanya sebuah puri indah bagai istana yang berdiri di puncak suatu bukit. “Itulah rumah Syaikh,” ujar mereka.

Murid itu amat terkejut. Ia berfikir betapa amat duniawinya Ibn Arabi, dibandingkan dengan gurunya sendiri, yang tak lebih dari seorang nelayan sederhana. Dalam bayangan si murid, gurunya sang Syeikh Kepala ikan sangatlah zuhud, tinggal di gubuk dan hanya memakan kepala ikan saja, maka pastilah Syeikh al akbar Ibn Arabi lebih zuhud, lebih miskin lagi. Menurutnya Zuhud adalah meninggalkan dunia dalam arti zahir.

Dengan penuh keraguan, ia pun pergi mengunjungi rumah mewah yang ditunjukkan. Sepanjang perjalanan ia melewati ladang-ladang yang subur, jalanan yang bersih, dan kumpulan sapi, domba, dan kambing. Setiap kali ia bertanya kepada orang yang dijumpainya, selalu ia memperoleh jawaban bahwa pemilik dari semua ladang, lahan, dan ternak itu tak lain ialah Ibn Arabi. Tak henti-hentinya ia bertanya kepada diri sendiri, bagaimana mungkin seorang materialistik seperti itu boleh menjadi seorang guru sufi.

Ketika tiba ia di puri tersebut, apa yang paling ditakutinya terbukti. Kekayaan dan kemewahan yang disaksikannya di rumah sang syaikh tak pernah ia bayangkan, bahkan walaupun hanya dalam mimpinya. Dinding rumah itu terbuat dari marmer, seluruh permukaan lantainya ditutupi oleh karpet-karpet mahal. Para pelayannya mengenakan pakaian dari sutra. Baju mereka lebih indah dari apa yang dipakai oleh orang terkaya di kampung halamannya.

Murid itu meminta untuk bertemu dengan sang syaikh. Pelayan menjawab bahwa Syaikh Ibn Arabi sedang mengunjungi khalifah dan akan segera kembali. Tak lama kemudian, ia menyaksikan sebuah arak-arakan mendekati puri tersebut. Pertama muncul pasukan pengawal kehormatan yang terdiri dari tentara khalifah, lengkap dengan perisai dan senjata yang berkilauan, mengendarai kuda-kuda arabia yang gagah. Lalu muncullah Ibn Arabi dengan pakaian sutra yang teramat indah, lengkap dengan surban yang lazim dipakai para sultan.

Si murid syeikh kepala ikan lalu dibawa menghadap Ibn Arabi. Para pelayan yang terdiri dari para pemuda tampan dan gadis cantik membawakan kue-kue dan minuman. kemudian Murid itu pun menyampaikan pesan dari gurunya. Gurunya, syeikh kepala ikan ingin meminta nasihat dari Syeikh Ibn Arabi. Ia menjadi tambah terkejut dan geram ketika Ibn Arabi mengatakan kepadanya, "Katakanlah pada gurumu, masalah yang ada pada Guru mu adalah, ia masih terlalu terikat kepada dunia. Suruh dia melepaskan dunia secara keseluruhan, dan tinggal lah bersama Allah dan Rasul-Nya saja."

Tatkala murid itu kembali ke kampungnya, Syeikh kepala ikan pun  dengan antusias menanyakan apakah ia sempat bertemu dengan Sang Guru, syaikh besar itu. Dipenuhi keraguan, murid itu mengaku bahwa ia memang telah menemuinya. “Lalu???,” tanya Syeikh Kepala ikan, “apakah ia menitipkan kepadamu suatu nasihat bagiku?”

Pada awalnya, si murid enggan mengulangi nasihat dari Ibn Arabi. Ia merasa amat tak pantas mengingat betapa berkecukupannyadan sangat mewah yang  ia lihat dari kehidupan Ibn Arabi dan betapa berkekurangannya kehidupan gurunya sendiri, sang Syeikh kepala ikan.

Namun karena guru itu terus memaksanya, akhirnya murid itu pun bercerita tentang apa yang dikatakan oleh Ibn Arabi. Mendengar itu semua, Syeikh Kepala ikan itu berurai air mata. Muridnya tambah bingung dan heran, bagaimana mungkin Ibn Arabi yang hidup sedemikian mewah, berani menasihati gurunya bahwa ia terlalu terikat kepada dunia.

“Dia benar,” jawab Syeikh Kepala Ikan, “ia Syeikh Al Akbar Ibn Al Arabi benar-benar tak pernah peduli dengan semua yang ada padanya. Yang datang dan yang pergi, yang di miliki dan yang hilang darinya, semua dia anggap sebagai titipan saja, dia jaga sewaktu ada bersamanya, dan dia tak sesali saat apa saja pergi dan hilang darinya. Dia tak mengejar dunia dengan hatinya, dia mengambil dunia untuk sarana dia berdakwah saja, untuk menjaga keluarganya, dan untuk mensejahterakan ummat. Sedangkan aku, setiap malam ketika aku menyantap kepala ikan, selalu aku berharap seandainya saja itu seekor ikan yang utuh. aku selalu saja membayang-bayangkan rasanya daging ikan yang utuh".

Membangun Peradaban Islam Dari Rumah Ke Sekolah

Oleh : Ust Budi Azhari


 Kebangkitan peradaban Islam yang sudah dijanjikan Rasulullah sejak 15 abad yg lalu BERMULA DARI RUMAH

Selama org tua masih terlalu berharap besar pada sekolah, selama orang tua hanya berpikir sekolah mana yg paling bagus, maka kebangkitan masih jauh..

Rumah harus memiliki peran yang lebih besar dibanding sekolah..

Di zaman Rasul, rumah adalah sekolah yang lengkap.

Betapa banyak anak yg belajar ilmu tertentu dari Bapaknya, Ibunya, Kakeknya, Pamannya, Kakaknya..

Sekolah memang memiliki peran yg sgt besar dalam Islam. Dulu, pesantren bisa menggerakkan negara, "on off" nya negara ada di pesantren.. Sekarang??

Artinya, kita saat ini di rumah bermasalah, di sekolah bermasalah..

Pikirkan, bagaimana pertanggungjawaban kita di hadapan Allah sebagai orang tua kelak? Apakah kita bisa menjawab "sudah saya serahkan ke sekolah ya Allah" ketika diminta pertanggung jawaban tentang anak2 kita..

Ketika terjadi permasalahan pada anak2 kita,  dulu narkoba, sekarang LGBT,  kita ketakutan..Kalau terjadi pada anak2 kita, mau menyalahkan siapa? menyalahkan sekolah? Yg harus bertanggung jawab pertama adalah ayah ibunya..

Ketika kita mau membangun peradaban dari rumah kita, pelajari bagaimana Al Qur'an berbicara tentang rumah,

1. Baytun بَيْتٌ (rumah)

Memiliki akar kata بات artinya bermalam/menginap.

Rumah harus bisa menjadi tempat menginap/bermalam yang nyaman. Di Al Qur'an malam hari merupakan waktu beristirahat. Rumah harus bisa menjadi tempat beristirahat di malam hari dengan tenang. Kita tak akan nyaman dan tenang menginap di rumah yang penuh pertengkaran.

 2. Maskana مَسْكَنَ (tempat tinggal)

Berasal dari kata sakana, sukun..

Dalam membaca Al Qur'an, huruf sukun artinya huruf yang ditenangkan setelah huruf sebelumnya berbunyi/bergerak..

Sakinah tenang..

Rumah harus menenangkan penghuninya setelah beraktivitas di luar rumah.. Ketika berada di rumah penghuni merasa tenang..

3. Baytullah/Masjid 

Terkadang Allah menyebut buyuutin, yg bermakna masjid.. Baytullah, rumah Allah. Harus ada kaitan antara rumah kita dgn rumah Allah..

Qs 4:34 setelah ayat tentang masjid, Allah menyebutkan kata Rijaal, artinya kalau kamu laki2, kamu harus ke masjid..

Rijal tidak bermakna laki-laki saja,  tapi juga berasal dari kata rojuulah artinya jantan..

Artinya jika kamu laki2 dan "benar2 laki2" maka ke masjid..

Maka para ayah jangan pernah memberikan anak perempuannya ke laki2 yg tidak ke masjid..

Berikutnya Allah Membahas tentang pekerjaan..

Secara fitrah, laki2 yg menjadi pembicaraan di antaranya adalah pekerjaan..

Kalau ibu2 secara fitrah yg dibicarakan anak2nya..

Ini fitrah yg sering kita lawan..

Maka wanita jangan melawan fitrah itu dengan bekerja keluar meninggalkan anak-anaknya.. Fitrah ibu adalah bersama anak2nya.,

Betapa pentingnya memiliki rumah yang menjadi maskana, tempat sakinah, keamanan, ketenangan..

Doa Nabi Ibrahim ketika akan meninggalkan Siti Hajar di Mekkah sangat panjang..

Bekal yg dibawa hanya sekantung air dan sekantung kurma..

Tapi yg pertama diminta adalah tempat tinggal keluarganya sebagai tempat yg aman, nyaman, tenang (Rabbanaj'al haadzal balada aamina).. lalu soal aqidah... baru meminta soal rezeki..

Nyaman itu bukan karena luas, AC, listrik dsb..

Nyaman itu letaknya di hati dan tidak bisa dibeli..

Di surat At Tahrim, Asiah istri Fir'aun hidup di istana megah tapi tidak merasa aman, tidak nyaman, tidak selamat. Sehingga meminta dibangunkan rumah di surga.. Karena itu yg tidak diperolehnya di dunia..

 3 Jenis Rumah yang Allah jelaskan di Al Qur'an :

 1. Negeri Saba'

Baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur --> negeri Saba'.. tidak ada hama, wabah penyakit, dsb

Di Al quran dikisahkan kota yg kebun-kebunnya diserang dgn hama tikus. Kebun yg semula menumbuhkan tanaman dan buah2an yg lezat setelah diserang tetap tumbuh tanaman, tetapi buahnya pahit dan tidak bisa dimakan, hanya untuk memandikan mayat..

Negeri yg tadinya subur, makmur,  menjadi hancur..

 2. Kaum Tsamud 

Qs Al Hijr -> Ashabul Hijr adalah kaum Tsamud..

Rumah2nya sangat megah dgn arsitektur luar biasa tetapi Rasulullah pun tidak mengizinkan ummatnya berlama2 di situ karena bekas tempat adzab..

Rumah mereka dulunya aaminiin, aman, temboknya tebal, sulit ditembus, tapi ternyata rumah mereka adalah kuburan mereka. Karena Allah Mengadzab mereka di dalam rumah mereka..

Rumah yg tidak pernah dibacakan Al Quran di dalamnya adalah seperti kuburan..

Rumah yang seperti kuburan adalah rumah yg digemari setan..

Rasulullah bersabda : "Shalat laki2 yg terbaik di rumahnya, kecuali yg wajib".. "Rumah yg dibacakan Al Baqarah, maka setan lari dari rumah tsb"..

Maka, agar rumah kita tidak seperti kuburan dan digemari setan. perbanyak shalat untuk perempuan, shalat sunnah untuk laki2, dan membaca Al Qur'an..

 3. Dua rumah binatang yg bertolak belakang

     a. Rumah Laba2

"Org2 yg menjadikan wali2 lain slain Allah seperti laba2 yg membuat rumah, dan rumah yg paling lemah adalah rumah laba2 sekiranya mereka tau."

Fakta ilmiah menunjukkan serat sarang laba2 lebih kuat dan lebih lentur dibandingkan sutra.. Makanya binatang yg tertangkap di sarang laba2 susah lepasnya..

Kalau bahannya kuat kenapa Allah menyebutnya rumah paling lemah?

Karena rumah itu oleh laba2 hanya digunakan sebagai jebakan. Rumah isinya hanya untuk saling menjebak, saling menjerat..

"Laba2 yg membuat rumah" di Al Qur'an menggunakan kata ganti perempuan.. Hasil penelitian membuktikan bahwa yg mengeluarkan serat untuk membangun rumah adalah betina..

Sementara di ayat lain, "perempuan bertanggung jawab atas rumah suaminya". Rumah semestinya milik suami, ada qawwamah, perempuan bertanggung jawab memelihara rumah milik suaminya..

Pada laba2, hilangnya qawwamah karena betina yg membuat rumah.. Betina menjadi angkuh luar biasa. Setelah dibuahi, betina berusaha membunuh jantan.. Karena itu setelah membuahi, jantan secepatnya kabur meninggalkan sarang. Jantan hanya bertugas membuahi..

Rumah menjadi lemah bukan karena fisiknya, tapi karena sistemnya.. Lemah karena hubungan antara anggota keluarganya. Laki2 tdk ada tanggung jawab, yg perempuan angkuh seperti Firaun, anak2 saling berkelahi..

Ketika perempuan yg memimpin tinggal menunggu waktu untuk hancur..

Anak laba2 setelah lahir dibungkus bersama2 di kantung yg sempit. Untuk bisa keluar harus saling membunuh. Yg bisa keluar adalah yg berhasil membunuh saudara2nya. 

Kalau anak2 kita hanya sibuk berkelahi tentang makanan dan tempat tinggal, harta benda dan warisan, ini seperti anak laba-laba. 

Setelah keluar, laba2 betina juga berusaha membunuh anaknya. Karena masa lalunya buruk, maka setelah anak laba2 besar, sesama saudara akan saling berkelahi, kalau betina akan angkuh seperti ibunya, kalau jantan akan tidak bertanggung jawab seperti bapaknya..

Hilangnya qawwamah laki2 menjadi catatan yg sangat penting..

Pelajari qawwamah laki2 di tafsir 4:34.. bekali anak2 kita ttg qawwamah..

33:37 ttg perceraian org mulia, Zaid dan Zainab, akibat hilangnya qawwamah zaid karena jauhnya perbedaan zaid dan zainab..

  b. Rumah Lebah

 "Ketika Rabbmu memberikan ilham/wahyu kepada lebah untuk membuat sarangnya"..

Ini adalah contoh rumah yg dibangun dgn bimbingan Allah..

Madu yg kita makan adalah sisa persediaan makanan lebah, sisanya saja sgt bermanfaat..

Hasil dari rumah lebah adalah syifaa-u linnas, bermanfaat untuk manusia..

Hasil dari rumah kita, misalnya anak2 kita, harus menjadi sesuatu yg bermanfaat bagi manusia..

Lebah betina, perannya untuk hamil, melahirkan dan menyusui anak-anaknya.

Di Al Qur'an, 3 poin pada ayat ttg perintah anak yg berbakti adalah hamil, melahirkan, menyusui.. bakti anak ditukar dgn 3 hal luar biasa ini.. Ajarkan pada anak2 perempuan kita betapa mulianya aktivitas2 tersebut di dalam rumah mereka..

Sementara pekerjaan mereka di luar rumah, demi Allah bukan itu kemuliaan mereka..

**********

Wallahu a'lam bish shawab.. Mohon maaf atas kekurangannya.

Senin, 07 November 2016

DOMPET SAYA MENIPIS...

Isinya hanya 2 kartu debet, 2 SIM A & C, dan 1 KTP, serta beberapa lembar uang saja..



>>Tidak ada lagi 4 kartu kredit yang dulu membuat sesak

>>Tidak ada lagi kartu member 3 asuransi 

    yang saya dulu ikuti

>>Tidak ada kartu-kartu belanja diskon-an dari berbagi 

    toko yang menjebak memaksa belanja...



Renungan Kehidupan,,,,

Mitra Humas...

Disaat kita mengenakan jam tangan dengan harga Rp 300.000,- atau Rp 300.000.000,-, esensi keduanya akan tetap sama, yaitu menunjukkan Waktu.

Saat kita membawa tas seharga Rp 300.000,- atau Rp 300.000.000,-, esensi keduanya tetap sama, yaitu membantu kita membawa sebagian barang.

Lalu, saat kita tinggal disebuah rumah yang memiliki luas 50 m2 atau 5.000 m2, maka hanya sebagian ruangan saja yang akan kita gunakan untuk beristirahat.
Dan ketika kita terbang dengan first class ataupun ekonomi class, maka saat pesawat terbang tersebut jatuh maka kita pun akan ikut jatuh.

Mitra Humas...
Kebahagiaan sejati bukanlah datang dari harta duniawi.
Ketika kita memiliki pasangan, Orang tua, anak, saudara, teman dekat, teman baru dan lama...
Lalu kita ngobrol, bercanda, tertawa, bernyanyi, bercerita tentang berbagai hal, berbagi suka dan duka - itulah kebahagiaan yang sesungguhnya.




Hal penting yang patut di renungkan dalam hidup adalah :

1. Jangan mendidik anak kita dengan obsesi Harta Dunia. Didiklah mereka untuk menjadi bahagia. Sehingga saat mereka tumbuh dewasa, mereka akan bisa menilai segala sesuatu bukan hanya dari harganya.

2. "Makan makananmu sebagai obat. Jika tidak, kamu akan makan obat-obatan sebagai makanan."

3. Seseorang yang mencintaimu tidak akan pernah meninggalkanmu karena walaupun ada 1000 alasan untuk menyerah, namun dia akan senantiasa menemukan alasan untuk tetap bertahan.

4. Banyak sekali perbedaan antara "manusia & menjadi manusia"
Hanya yangg bijak yang mengerti tentang itu.

5. Hidup itu antara "B" Birth (lahir) dan "D" Death (mati), diantaranya adalah ada "C" Choice (pilihan) hidup yang kita jalani, keberhasilannya ditentukan oleh setiap pilihan kita.
Mitra Humas...

6. Ada enam dokter terbaik yang harus kita ketahui :
        1. Keluarga
        2. Istirahat
        3. Olah raga
        4. Makan makanan yang sehat
        5. Teman
        6. Tertawa

Mari kita syukuri nikmat yang telah Allah, Tuhan Yang Maha Esa berikan kepada kita dengan cara menjaga dan memeliharanya dalam setiap tingkatan kehidupan yang harus kita jalani..!


Sumber : Facebook Divisi Humas Polri

HIJRAH DARI RIBA DAN MAKMURKAN SEDEKAH


Kisah ini diambil dari Status  Facebook Bunda Al Misnayati


BISMILLAH
Agustus 2015 saya tutup Credit Card, November 2015 saya tutup Asuransi.
Sejak Riba Riba itu di tutup Allah banyak kasih kemudahan dari arah yang benar benar tidak di sangka sangka.
Sekarang anak anak yang Alhamdulillah jarang sakit, dapet karyawan tanpa di cari, dapet tempat usaha kuliner tanpa perlu bayar mahal hanya infaq (dulu bayar kontrak toko sampai 50 jt an / thn hasil gali lubang tutup lubang selama 8 thn dan gak kelihatan hasilnya yg ada hutang makin numpuk, bawaannya esmosi jiwa). 
Ketemu teman teman soleha terutama guru ngaji Tajwid. Ide ide buat ngembangin usaha yang mengutamakan urusan ALLAH. Bisa bareng bareng dengan donatur berbagi makanan setiap Jumat, 
melihat senyum dan kata Alhamdulillah dari yang menerima donasi baik dari beberapa rumah Yatim dan Dhuafa maupun orang sekitar KEBAHAGIAN YANG TIDAK BISA DI BELI DENGAN UANG. 

Maka nikmat Allah mana yang harus di dustai?
Hari ini kirim email ke bagian Credit Card Man**** buat tutup Credit Card suami.
Senang karna suami mulai ikut berhijarah menjauhi Riba dan Stop Riba berbisnis tanpa Riba, benar benar berawal ke titik Nol.
Kado disisa usia...

Semoga Istiqomah Stop Riba dan makmurkan SEDEKAH bersama sama.

Bersama muslim muslimah di muka bumi ini.
Ini semua tidak terlepas dari postingan postingan Bapak Saptuari Sugiharto.. yang ngebahas tentang Riba.
Makasi Pak, semoga kita semua bisa Berhijarah meninggalkan RIBA.
Bahagia itu bukan hidup dengan bebas masalah tetapi semakin kita dekat dengan Allah di saat banyak masalah.

Sumber : Bunda Al Minnayati

Kisah: Batal Zina Gara-gara Sang Gadis Nyebut Nama Allah

Lelaki itu telah lama mencintai sepupunya. Ia tergila-gila pada gadis cantik tersebut. Ibarat bunga, sebagai kumbang ia ingin menghisap seluruh saripatinya. 
Berbagai cara ia lakukan; mendekati, merayu… namun tak juga takluk sang gadis tersebut.
Hingga suatu saat di masa paceklik, gadis itu datang menemuinya. Keluarganya ditimpa kesulitan, ia butuh uang. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Apa yang selama ini diinginkannya kini datang menghampiri, pikir lelaki itu.
ilustrasi foto dari google

“Aku akan membantumu,” kata lelaki itu setelah mendengar gadis pujaan hatinya menyampaikan mengapa ia datang, “ tapi dengan sebuah syarat”
“Apa syaratnya?”
Kau harus mau tidur denganku”

Deg! Meski dulu lelaki itu pernah merayunya, ia kaget kali ini dalam kondisi terjepit dirinya dimanfaatkan untuk berbuat dosa. Namun karena butuh uang, akhirnya ia terpaksa menerima syarat itu.

Lelaki itu girangnya bukan main. Ia pun memberikan 120 dinar padanya, lalu bersiap-siap untuk menikmatinya. Namun, di saat ia telah siap, sang gadis mengatakan kepadanya: “Bertaqwalah kepada Allah dan janganlah pecahkan tutup kecuali dengan cara yang sah.”

Mendengar nama Allah disebut, lelaki itu gemetar. Ia menjadi takut. Takut kepadaNya. Bagaimana mungkin ia akan berzina sementara Allah terus mengawasinya. Bagaimana mungkin ia akan merenggut keperawanan gadis muslimah sementara Allah Maha Mengetahui segalanya.
“Bawalah uang itu pulang,” kata lelaki mengikhlaskan dinarnya. Ia tidak jadi berzina.
Beberapa lama setelah peristiwa itu, lelaki tersebut terjebak dalam gua ketika bermalam di sana bersama dua temannya. Pintu gua tertutup batu besar sehingga mereka tak bisa keluar. Segala upaya sia-sia. Batu itu terlalu kokoh untuk bisa digeser. Di saat seperti itu mereka sadar, tidak ada yang dapat menyelamatkan mereka kecuali Allah. Maka mereka pun berdoa satu per satu dengan tawassul atas amal terbaik mereka.
Laki-laki pertama berdoa dan bertawassul dengan amalnya berbakti kepada kedua orang tua. Selesai berdoa, batu itu bergeser. Pintu gua sedikit terbuka. Laki-laki kedua, yang tak lain adalah dirinya, berdoa dan bertawassul dengan amalnya ikhlas menyerahkan uang 120 dinar dan membatalkan zina, pintu gua pun semakin terbuka namun belum cukup untuk dilewati. Terakhir, lelaki ketiga berdoa dan bertawassul dengan amalnya yang amanah menyimpan gaji karyawan dan mengembangkannya menjadi peternakan besar lalu memberika seluruh harta itu kepadanya. Pintu gua akhirnya terbuka lebar dan mereka pun bisa keluar. [Muchlisin BK/Kisahikmah]

Baca Juga Pertimbangkan ini Sebelum Serahkan Mahar Al-Qur'an

Muliakanlah Tamu, Maka Syurga Untukmu

🏡 :: *Rumah yang Sering Dikunjungi Tamu* :: 🎁
Alkisah, seorang lelaki yg senang kedatangan tamu. Namun isterinya justru menunjukkan sikap sebaliknya.
Setiap kali suaminya membawa tamu ke rumah, isterinya lalu menunjukkan sikap yg tidak baik.
Orang itu mengeluhkan keadaan ini kepada Rasulullah SAW.
Mendengar itu, Rasulullah bersabda,
“Katakan kepada isterimu, hari ini Rasulullah dan beberapa orang sahabatnya akan bertamu ke rumah kita.”
Rasulullah juga berpesan kepada orang itu,
“Katakan kepada isterimu, supaya ia memerhatikan tamu pada saat ke luar rumah.”
Isteri laki-laki itu lalu melakukan apa yg diperintahkan Rasulullah.
Pada saat tamu masuk, ia melihat mereka membawa daging & buah-buahan yg banyak & pada saat keluar mereka membawa keluar ular & kalajengking yg begitu banyak.
Rasulullah lalu bersabda,
“KEDATANGAN TAMU kerumah MENDATANGKAN KURNIA YANG BANYAK ke dalam rumah dan PADA SAAT PERGI, MEREKA MEMBAWA KELUAR BERBAGAI BENCANA”.
Dengan menyaksikan hal itu, wanita itu pun lalu berubah menjadi orang yg suka menerima tamu.
Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya seorang tamu yang datang mengunjungi seseorang, membawa rezeki untuk orang tersebut dari langit. Apabila ia memakan sesuatu, maka Allah akan mengampuni penghuni rumah yang dikunjungi tersebut.”
Dalam kesempatan lain, Rasulullah juga bersabda,
“Setiap rumah yang tidak dikunjungi tamu, maka malaikat-pun tidak akan mengunjungi rumah tersebut.”
Imam Jaafar ash-Sadiq berkata,
“Barangsiapa mengunjungi sahabatnya semata-mata kerana Allah, nescaya Allah akan mengutus 70 ribu malaikat untuk menyertainya.
Para malaikat itu berkata; 
“Syurga untuk kamu.”
Sesungguhnya beruntunglah rumah-rumah yg sering kedatangan tamu, maka dari itu janganlah mengeluh jika ada orang yg ingin bertamu ke rumah kita.
Semoga bermanfaat. 

Allah Menjawab Al-Fatihah Kita


Banyak sekali orang yang tegesa-gesa ketika membaca Al-Fatihah disaat shalat.. tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya.
Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah, ALLAH menjawab setiap ucapan kita.
ilustrasi foto dari google

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT ber-Firman:
“Aku membagi al-Fatihah menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku.”
■ Artinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na’budu Wa iyyaka nasta’in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.

■ Ketika Kita mengucapkan “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin”. 
Allah menjawab: “Hamba-Ku telah memuji-Ku.”

■ Ketika kita mengucapkan “Ar-Rahmanir-Rahim”.
Allah menjawab: “Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku.”

■ Ketika kita mengucapkan “Maaliki yaumiddin”.
Allah menjawab: “Hamba-Ku memuja-Ku.”

■ Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”.
Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan Hamba-Ku.”

■ Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shirathol mustaqiim, Shiratholladzina an’amta alaihim ghairil maghdhubi ‘alaihim waladdhooliin.” 
Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)

■ Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat.
Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.

■ Selanjutnya kita ucapkan “Aamiin” dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.

■ Barangsiapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud).

Minggu, 06 November 2016

Dahsyatnya Doa Seorang Ibu

(Wajib dibaca oleh ibu yg ingin anaknya sholeh)

Dr Fauzia Addabbus, seorang psikolog yang amat populer di Kuwait pernah menulis di Twitter  tentang rahasia-rahasia doa seorang Ibu jika tiap malam ia mendoakan anak-anaknya, dan ternyata efek dari twitter itu  telah mengubah jalan hidup banyak orang……..
Isi twitternya sebagai berikut:
_” Aku bersumpah demi Allah…. wahai setiap Ibu, agar jangan tidur tiap malam sebelum engkau memohon pertolongan Allah dan mengabariNya bahwa engkau Ridho atas anak-anakmu seridho-ridhonya, dan aku bersumpah demi Allah…. agar engkau tidak menghijab/menghalangi RidhoNya kepada anak-anakmu._
_Dan aku memintamu wahai para ibu agar jangan engkau tidur tiap malam sebelum kau angkat kedua tanganmu sambil menyebut satu persatu nama anak-anakmu dan mengabarkan kepadaNYA bahwa engkau ridho atas mereka masing-masing._
*Begini doanya:*
اللهم إني أُشهدك أني راضية عن إبني/إبنتي (…..) تمام الرضا وكمال الرضا ومنتهي الرضا
 فاللهم انزل رضوانك عليهم برضائي عنهم                                                                      
*”Allohumma innii usyhiduka annii roodhiyah ‘an ibnii/ibnatii* … (_sebut nama anak-anakmu satu persatu_)… *tamaamar-ridho wa kamaalar-ridho wa muntahayir-ridho. Fallohumma anzil ridhwaanaka ‘alaihim biridhooii ‘anhum”*
*(Ya allah aku bersaksi kepadaMu bahwa aku ridho kepada anak2ku (…….) dengan ridho paripurna, ridho yang sempurna dan ridho yang paling komplit. Maka turunkan ya Allah keridhoanMu kepada mereka demi ridhoku kepada mereka).*
Kemudian setelah berselang beberapa minggu setelah Twitter tersebut, tiba-tiba aku (Dr.Fauziyah) dikejutkan oleh seorang ibu yang berkata :
_bahwa aku telah mengubah kehidupannya secara total, dan sekarang dia merasa dalam kenikmatan yang tak terlukiskan karena akibat doa itu terhadap dia dan anak laki-lakinya yang berumur 22 tahun._
*Maka berceritalah si Ibu itu:*
Sejak kelahiran anakku itu aku hidup dalam penderitaan karenanya. Dia tak pernah sholat dan bahkan jarang mandi , dia sering berdebat panjang denganku, dan tak jarang dia membentakku dan tak menghormatiku, walaupun sudah sering aku mendoakannya.
Maka ketika membaca twittermu aku berkata:
mungkinkah omongan ini benar? tampaknya masuk akal?? dan seterusnya….
dan akhirnya kuputuskan untuk mencoba anjuranmu walaupun aku tak yakin bahkan mentertawaimu.
Lalu setelah seminggu mulai berubah nada suara putraku kepadaku, dan pertamakali dalam hidupku aku tertidur dalam kedamaian, dan didalam diriku ada sedikit syak?
Dan kemudian kudapati putraku mandi , padahal aku tak menyuruhnya…….
Minggu kedua dan aku terus mendoakannya sesuai anjuranmu, ia membukakan pintu untukku dan menyapaku “Apa kabar ibu?” dengan suara lembut yang tak pernah kudengar darinya sebelum itu.
Aku gembira tak terkira walaupun aku tak menunjukkan perasaanku kepadanya samasekali…..
4 jam kemudian aku menelponnya di ponselnya, dan ia menjawabku dengan nada yang berbeda dari biasanya : “Bu, aku disamping masjid dan aku baru akan sholat waktu ibu menelponku….”
Maka akupun tak mampu menahan tangisku, bagaimana mungkin ia yang tak pernah sholat bisa mulai sholat dan dengan lembut menanyaiku apa kabar?
Tak sabar aku menanti kedatangannya dan segera kutanyai sejak kapan engkau mulai sholat?
Jawabnya; “Aku sendiri tak tahu Bu, waktu aku didekat masjid mendadak hatiku tergerak untuk sholat……………….”
Sejak itu kehidupanku berubah 180 derajat , dan anakku tak pernah lagi berteriak-teriak kepadaku dan sangat menghormatiku.
Tak pernah aku mengalami kebahagian seperti ini walaupun aku sebelumnya sering hadir di majelis-majelis zikir dan pengajian-pengajian…..
Ibu adalah harta karun yang kita sia-siakan.
Betapa tidak? Karena beratnya kehidupan sehari-hari seringkali seorang ibu melupakan doa untuk anak-anaknya, sering juga dia menganggap bahwa pusat-pusat bimbingan psikologi adalah jalan lebih baik untuk perkembangan anak-anaknya.
*Padahal justru Doa Ibu adalah jalan tersingkat untuk mencapai kebahagiaan anak-anaknya di dunia dan akhirat.*
Jangan pernah bilang : “Ah anakku masih kecil, ngapain didoakan?
Bagaimana jika engkau menunggu mereka makin besar dan dewasa, dan menjadi tua, disaat mereka lebih butuh akan doa-doamu , padahal mungkin waktu itu engkau sudah di haribaan Ilahi?
Jadi doakan mereka mulai sekarang, dan jadilah orang yang bermurah hati dengan doa-doamu untuk mereka.
Allah telah mengkaruniai kita para ibu sebagai wasilah bagi anak-anak kita dalam hubungan mereka dengan Allah melalui doa-doa kita untuk mereka.
Kita bisa melakukannya kapanpun kita mau, dan kita bisa mengetuk pintu Nya kapanpun kita mau dan Allah tak pernah mengantuk dan tak pernah tidur……
Selamat berdoa

Belajar IKHLAS dari GULA PASIR



foto dari google (Tanjungpinang Pos)


Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, 
tapi orang ME NYEBUT nya KOPI MANIS…bukan KOPI GULA…
Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH,
tapi orang MENYEBUT nyaTEH MANIS…bukan TEH GULA…
Gula PASIR memberi RASA MANIS pada ES JERUK…, 
tapi orang MENYEBUT nya ES JERUK MANIS…bukan ES JERUK GULA
ORANG menyebut ROTI MANIS…bukan ROTI GULA…
ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU…. 
padahal BAHAN DASAR nya GULA….
Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS…
Tapi apabila berhubungan dgn Penyakit ,
barulah GULA disebut..PENYAKIT GULA.
BEGITUlah HIDUP….Kadang KEBAIKan 
yang Kita TANAM tak pernah diSEBUT Orang….

Tapi kesalahan akan dibesar-besarkan
IKHLAS lah seperti GULA…
LARUT lah seperti GULA…
Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKan…
Karena KEBAIKan tidak UNTUK DISEBUT…
tapi untuk DIRASA kan….

Anak Anda Tidak Mau sholat ?

🍃🌸 Membuat Anak Sholat TANPA Debat..Keringat. Urat..& Pengingat .. 🌸🍃
“Bagaimana Membuat Anak2 Anda Sholat dengan
Kesadaran Mereka Sendiri Tanpa Berdebat dan
Tanpa Perlu Diingatkan .. ?

💕Anak2 anda tidak mau sholat .. ? atau mereka
sampai membuat anda capek saat mengingatkan
untuk sholat .. ? Mari kita lihat bagaimana kita bisa merubah ini semua ~ biidznillah
“”Seorang sahabat 
berkisah : “Aku akan menceritakan satu kisah yg terjadi 
padaku ”
“”Saat itu, anak perempuanku duduk di kelas 5 SD
Sholat baginya adalah hal yg sangat berat ..
sampai2 suatu hari aku berkata kepadanya : 
“Bangun .. !! Sholat .. !!”, 
dan aku mengawasinya ..
“Aku melihatnya mengambil sajadah, kemudian
melemparkannya ke
lantai ..
Kemudian ia 
mendatangiku ..
Aku bertanya kepadanya : “Apakah kamu sudah sholat .. ?”
Ia menjawab : “Sudah”
Kemudian aku Mencubitnya.
Aku tahu aku salah.
Tetapi kondisinya mmg
benar2 sulit ..
Aku menangis ..
Aku benar2 marah padanya, aku rendahkan dia
dan aku menakut2inya akan siksa Allah ..
Tapi .. ternyata semua kata2ku itu tidak ada manfaatnya ..
📋Suatu hari, seorang sahabatku bercerita suatu kisah
“”Suatu ketika ia berkunjung kerumah seorang kerabat dekatnya, ketika datang waktu sholat, semua anak2nya langsung bersegera melaksanakan sholat tanpa diperintah
⏫Ia berkata : 
Aku berkata padanya “Bagaimana anak2mu bisa sholat dg kesadaran mereka tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan .. ?
“Ia menjawab :
Demi Allah, aku hanya ingin
mengatakan padamu bahwa sejak jauh sebelum aku menikah aku selalu memanjatkan DO’A
ini .. dan sampai saat ini pun aku masih tetap berdo’a dg DO’A tersebut.
✅Setelah aku mendengarkan nasehatnya, aku selalu tanpa henti berdoa dg do’a ini ..
Dalam sujudku ..
Saat sebelum salam ..
Ketika witir ..
Dan disetiap waktu2 mustajab ..
Demi Allah wahai saudara2ku ..
Anakku saat ini telah duduk dibangku SMA ..
Sejak aku memulai berdoa dg doa itu,anakku lah
yg rajin membangunkan kami dan mengingatkan
kami untuk sholat ..
Dan adik2nya, Alhamdulillah .. mereka semua selalu menjaga sholatnya 
Sampai2 .. saat ibuku berkunjung dan menginap
dirumah kami, ia tercengang melihat anak perempuanku bangun pagi, kemudian membangunkan kami satu persatu untuk sholat
❇Aku tahu anda semua penasaran ingin
mengetahui doa apakah itu?
Yaaa .. doa ini ada di QS.Ibrahim : 40
رب اجعلني مقيم الصلاة ِﻭَﻣِﻦ ﺫُﺭِّﻳَّﺘِﻲ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﺗَﻘَﺒَّﻞْ ﺩُﻋَﺎﺀ )
Rabbij’alni muqimas salati wamin zurriyati rabbana wataqobbal du’a
“Ya Robbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yg tetap melaksanakan 
sholat .. Ya Robb kami , perkenankanlah doaku”
(QS. Ibrahim : 40 )
♻Yaa .. Doa .. Doa .. dan Doa ..
Sebagaimana anda semua tahu bahwa doa
adalah senjata seorang mukmin
“Kirimkan tulisan ini agar lebih banyak orang yg mengambil manfaat ..
🕜”Semoga Allah merahmati orang yang bersedia men-share (tulisan ini), kemudian
menjadikannya pemberat bagi timbangan kebaikannya”
☑Baca selalu doa ini untuk anak2mu, biidznillah mereka akan selalu berada dalam penjagaan dan perlindungan Allah Ta’ala .. Aamiin Allaahumma Aamiin

💐
Barakallah buat yg posting pertama.